POTENSI PENGEMBANGAN SETIGI SEBAGAI DESTINASI WISATA

POTENSI PENGEMBANGAN SETIGI SEBAGAI DESTINASI WISATA

Agung Yoga Asmoro1, Muhyiddin Aziz2
1Akademi Pariwisata Nasional, agungyoga@gmail.com
2Politeknik Negeri Madiun, muhyiddinaziz@pnm.ac.id

Download Article (pdf) at https://ejournal.uniska-kediri.ac.id/index.php/ManajemenKewirausahaan/article/view/1136

scrnli 12 4 2020 1 24 30 AM
scrnli 12 4 2020 1 24 30 AM

Abstract

The new normal phase has already begun. The tourism sector is slowly starting to operate. Setigi (Selo Tirto Giri) is a new tourist destination in the Gresik Regency region that gets priority from the local government to operate. As a new tourist destination, Setigi should have the right development guide. This research was conducted with a qualitative approach for 1 (one) month, where we focused on aspects of qualitative data that refer to the criteria and indicators of tourism destination development. We collect data by field observations, in-depth interviews with key stakeholders, supported by quantitative non-reactive data. The analysis was carried out by the IFAS/EFAS analysis phase, followed by the SWOT/TOWS Matrix analysis technique. This research reveals that, in general, the management of Setigi is in harmony with the principles of the development of tourist destinations and tourist attractions. The manager has also strived to implement the Sapta Pesona criteria into the management of Setigi. However, there are some notes to improve Setigi’s performance towards better tourism destinations.

Keywords: Setigi, Gresik, Tourist Destination, IFAS, EFAS, SWOT

Abstrak

Fase new normal sudah dimulai, sektor pariwisata secara perlahan mulai beroperasi kembali. Setigi (Selo Tirto Giri) sebagai destinasi wisata baru di wilayah Kabupaten Gresik merupakan salah satu yang mendapatkan prioritas untuk beroperasi. Sebagai destinasi wisata baru seharusnya Setigi memiliki panduan pengembangan yang tepat. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif selama 1 (satu) bulan, dimana kami menitikberatkan pada aspek data kualitatif yang mengacu pada kriteria dan indikator pengembangan destinasi wisata. Pengambilan data kami lakukan dengan observasi lapangan, in-depth interview kepada pemangku kepentingan kunci, didukung dengan data-data kuantitatif non-reaktif. Selanjutnya, analisis dilakukan dengan teknik SWOT/TOWS Matrix dengan sebelumnya melalui tahapan analisis IFAS / EFAS. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa secara umum pengelolaan Setigi sudah selaras dengan kaidah prinsip-prinsip pengembangan destinasi wisata dan juga daya tarik wisata. Pengelola juga sudah mengupayakan implementasi kriteria sapta pesona ke dalam pengelolaan Setigi. Namun demikian, terdapat beberapa catatan untuk meningkatkan kinerja Setigi menuju destinasi wisata yang lebih baik.

Kata kunci: Setigi, Gresik, Destinasi Wisata, IFAS, EFAS, SWOT

Download Article (pdf) at https://ejournal.uniska-kediri.ac.id/index.php/ManajemenKewirausahaan/article/view/1136

Leave a Reply